January 13, 2017

cuma buat disimpen aja.

Berikut isi lengkap Pidato Megawati dalam HUT Ke-44 PDI-Perjuangan:

Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga PDI Perjuangan mampu melewati berbagai ujian sejarah selama 44 tahun. Pasang naik dan pasang surut sebagai sebuah partai politik, telah kami lalui. Saya sebagai Ketua Umum pada hari ini, ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka yang memilih berada dalam gerbong perjuangan bersama.

Terima kasih kepada mereka yang tetap setia, meski kadang Partai ini mendapat terpaan gelombang yang begitu dahsyat. Mereka selalu ada, tidak hanya ketika Partai ini sedang berkibar, namun justru memperlihatkan kesetiaannya ketika Partai berada dalam posisi yang sulit.

Ijinkan saya memberikan penghormatan, dan penghargaan sebesar-besarnya, kepada antara lain Bapak Jacob Nuwa Wea, Bapak Alexander Litaay, dan Bapak Mangara Siahaan, dan masih banyak yang lain, yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Mereka telah mendahului kita menghadap Sang Khalik sebagai pejuang Partai. Mereka tidak hanya ada dalam sejarah hidup saya, namun juga adalah tokoh-tokoh yang berjuang mempertahankan Partai ini sebagai partai ideologis. Kesetiaan yang mereka tunjukan sepanjang hidup kepartaian, bagi saya adalah bentuk kesetiaan ideologis, yang sudah seharusnya dihayati, dan dijalankan oleh setiap kader Partai.
Hadiri yang saya muliakan,

Dari awal mula saya membangun Partai ini, tanpa ragu saya telah menyatakan dan memperjuangkan, bahwa PDI Perjuanganadalah partai ideologis, dengan ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Syukur alhamdulillah, pada tanggal 1 Juni tahun 2015 yang lalu, Presiden Jokowi telah menetapkan 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya Pancasila. Artinya, secara resmi negara telah mengakui, bahwa Pancasila 1 Juni 1945 sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Saudara-saudara,

Peristiwa di penghujung tahun 2015, telah menggugah sebuah pertanyaan filosofis dalam diri saya: cukupkah bagi bangsa ini sekedar memperingati 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila? Dari kacamata saya, pengakuan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila, memuat suatu konsekuensi ideologis yang harus dipikul oleh kita semua. Dengan pengakuan tersebut, maka segala keputusan dan kebijakan politik yang kita produksi pun, sudah seharusnya bersumber pada jiwa dan semangat nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Apa yang terjadi di penghujung tahun 2015, harus dimaknai sebagai cambuk yang mengingatkan kita terhadap pentingnya Pancasila sebagai “pendeteksi sekaligus tameng proteksi” terhadap tendensi hidupnya “ideologi tertutup”, yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ideologi tertutup tersebut bersifat dogmatis. Ia tidak berasal dari cita-cita yang sudah hidup dari masyarakat. Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri; tidak ada dialog, apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan, hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter, dan dijalankan dengan cara-cara totaliter pula. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan.

Syarat mutlak hidupnya ideologi tertutup adalah lahirnya aturan-aturan hingga dilarangnya pemikiran kritis. Mereka menghendaki keseragaman dalam berpikir dan bertindak, dengan memaksakan kehendaknya. Oleh karenanya, pemahaman terhadap agama dan keyakinan sebagai bentuk kesosialan pun dihancurkan, bahkan dimusnahkan. Selain itu, demokrasi dan keberagaman dalam ideologi tertutup tidak ditolelir karena kepatuhan total masyarakat menjadi tujuan. Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Disisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa “self fulfilling prophecy”, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya.

Saudara-saudara,

Apa yang saya sampaikan di atas tentang ideologi tertutup, jelas bertentangan dengan Pancasila. Pancasila bukan suatu ideologi yang dipaksakan oleh Bung Karno atau pendiri bangsa lainnya. Pancasila lahir dari nilai-nilai, norma, tradisi dan cita-cita bangsa Indonesia sejak masa lalu, bahkan jauh sebelum kemerdekaan. Bung Karno sendiri menegaskan, dirinya bukan sebagai penemu Pancasila, tetapi sebagai penggali Pancasila. Beliau menggalinya dari harta kekayaan rohani, moral dan budaya bangsa dari buminya Indonesia. Pancasila dengan sendirinya adalah warisan budaya bangsa Indonesia. Apakah ketika Indonesia berumur 71 tahun, kita telah melupakan sejarah bangsa? Jangan sekali-kali melupakan sejarah kita!!

Pancasila berisi prinsip dasar, selanjutnya diterjemahkan dalam konstitusi UUD 1945 yang menjadi penuntun sekaligus rambu dalam membuat norma-norma sosial politik. Produk kebijakan politik pun tidak boleh bersifat apriori, bahkan harus merupakan keputusan demokratis berdasarkan musyawarah mufakat. Dengan demikian, Pancasila sebagai jiwa bangsa, tidak memiliki sifat totaliter dan tidak boleh digunakan sebagai “stempel legitimasi kekuasaan”. Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipasif dan mampu menjadi “leidstar”, bintang penuntun dan penerang, bagi bangsa Indonesia. Pancasila selalu relevan di dalam menghadapi setiap tantangan yang sesuai dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan, serta dinamika aspirasi rakyat.

Namun, tentu saja implementasi Pancasila tidak boleh terlalu kompromistis saat menghadapi sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Meskipun demikian, guna meng-eksplisit-kan ide dan gagasan agar menjadi konkret, dan agar Pancasila tidak kaku dan keras, dalam merespon keaktualan problematika bangsa, maka instrumen implementasinya pun harus dijabarkan dengan lebih nyata, tanpa bertentangan dengan filsafat pokok dan kepribadiaan bangsa.

Intermezo : Pola Pembangunan Nasional Berencana sebagai implementasi Pancasila untuk mencapai Trisakti.

Saudara-saudara,

Indonesia diakui sebagai negara demokratis, namun demokrasi yang kita anut dengan Pancasila sebagai “the way of life bangsa” telah secara tegas mematrikan nilai-nilai filosofis ideologis, agar kita tidak kehilangan arah dan jati diri bangsa.

Pancasila, lima sila, jika diperas menjadi Trisila, terdiri dari: Pertama, sosio-nasionalisme yang merupakan perasan dari kebangsaan dan internasionalisme; kebangsaan dan peri kemanusiaan. Kedua, sosio-demokrasi. Demokrasi yang dimaksud bukan demokrasi barat, demokrasi yang dimaksud adalah demokrasi politik ekonomi, yaitu demokrasi yang melekat dengan kesejahteraan sosial, yang diperas menjadi satu dalam sosio-demokrasi.

Ketiga, adalah ke-Tuhan-an. Menjadi poin ketiga, bukan karena derajat kepentingannya paling bawah, tetapi justru karena Ke-Tuhan-an sebagai pondasi kebangsaan, demokrasi politik dan ekonomi yang kita anut. Tanpa Ke-Tuhan-an bangsa ini pasti oleng. Ke-Tuhan-an yang dimaksud adalah Ke-Tuhan-an dengan cara berkebudayaan dan berkeadaban; dengan saling hormat menghormati satu dengan yang lain, dengan tetap tidak kehilangan karakter dan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Bung Karno menegaskan, “kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini.”

Hadirin yang saya hormati, Trisila jika diperas menjadi Ekasila, yaitu gotong royong. Inilah suatu paham yang dinamis, berhimpunnya semagat bersama untuk membanting tulang bersama, memeras keringat bersama untuk kebahagiaan bersama. Kebahagian yang dimaksud adalah kebahagian kolektif sebagai sebuah bangsa, yang memiliki tiga kerangka: pertama, Satu Negara Republik Indonesia yang berbentuk Negara-Kesatuan dan Negara-kebangsaan yang demokratis dengan wilayah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke; dari Miangas hingga ke Rote. Kedua, satu masyarakat yang adil dan makmur materiil dan spiritual dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia. Ketiga, satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara di dunia, atas dasar saling hormat-menghormati satu sama lain, dan atas dasar membentuk satu Dunia Baru yang bersih dari penindasan dalam bentuk apa pun, menuju perdamaian dunia yang sempurna.

Adapun untuk mencapai kerangka tujuan di atas diperlukan dua landasan: landasan idiil, yaitu Pancasila dan landasan strukturil, yaitu pemerintahan yang stabil. Untuk itulah PDI Perjuangan selalu ikut dan berdiri kokoh menjaga jalannya pemerintah Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pemerintahan yang terpilih secara konstitusional. Keduanya merupakan syarat mutlak atas tanggung jawab sejarah yang harus kita tuntaskan sekaligus sebagai konsekuensi ideologis yang telah saya sampaikan di awal, yang mengakui Pancasila 1 Juni 1945 sebagai ideologi bangsa.

Kader-kader Partai yang saya cintai, hadirin yang saya hormati,

Saya menjabarkan hal-hal di atas dalam forum ini, untuk menegaskan kembali bahwa PDI Perjuangan tetap memilih jalan ideologis. PDI Perjuangan menyatakan diri tidak hanya sebagai rumah bagi kaum Nasionalis, tetapi juga sebagai Rumah Kebangsaan bagi Indonesia Raya. Kepada kader Partai di seluruh Indonesia, saya instruksikan agar tidak lagi ada keraguan, apalagi rasa takut, untuk membuka diri dan menjadikan kantor-kantor Partai sebagai rumah bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi. Saya instruksikan, jadilah “Banteng Sejati” di dalam membela keberagaman dan kebhinekaan. Berdirilah di garda terdepan, menjadi tameng yang kokoh untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya yakin, TNI dan POLRI akan bersama kita dalam menjalankan tugas ini, dan tidak akan memberi ruang sedikit pun pada pihak-pihak yang anti Pancasila dan anti demokrasi Pancasila. Apresiasi saya kepada TNI-POLRI yang telah berani bersikap tegas dalam menyikapi pihak-pihak tersebut.

Bagi kader Partai yang berada di legislatif dan eksekutif, kalian tidak hanya dibutuhkan negeri ini untuk mempertahankan kesatuan dan kebangsaan. Perlu disadari, terutama bagi kader yang telah mendapat kepercayan rakyat di eksekutif. Saya tahu, kalian, bahkan saya, adalah manusia biasa. Tentu, sebagai manusia biasa kita tidak luput dari kesalahan. Tetapi, sebagai pemimpin harus disadari pula bahwa jabatan yang kalian emban adalah jabatan politik. Kesalahan dalam keputusan politik tidak hanya berdampak bagi diri pribadi dan keluarga. Kesalahan tersebut berdampak pada kehidupan seluruh rakyat. Karena itu, hati-hatilah dalam membuat keputusan-keputusan politik, baik itu berupa perkataan, tindakan, produk politik baik berupa kebijakan politik legislasi, maupun kebijakan politik anggaran.

Kader-kader yang saya cintai,

Luangkan waktu untuk merenung, sudah tepatkah langkah-langkah yang kalian ambil atas jabatan yang telah diberikan oleh rakyat, ataukah justru sebaliknya. Jangan kalian justru menjadi bagian dari orang-orang yang menindas dan menyengsarakan rakyat dengan kekuasaan yang sebenarnya justru merupakan amanah dari rakyat.

Saya tegaskan kembali, sebagai Ketua Umum Partai, instruksi saya kepada kalian adalah mensejahterakan rakyat, bukan sebaliknya! Kebhinekaan harus disertai dengan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat!

Terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang tetap setia membatinkan Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu reaksioner, tetapi sudah saatnya silent majority bersuara dan menggalang kekuatan bersama. Saya percaya mayoritas rakyat Indonesia mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Kita akan bersama-sama terus berjuang, kita pasti mampu membuktikan pada dunia, bahwa Pancasila mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang berperikemanusiaan dan berperikeadilan.

Bangsa ini sedang berada dalam “struggle to survive”, dalam perjuangan untuk bertahan, bertahan secara fisik dan mental! Bertahan agar tetap hidup, secara badaniah dan mental. Hadapilah tantangan-tantangan yang ada dengan kekuatan gotong royong sebagai kepribadian bangsa. Berderaplah terus menuju fajar kemenangan sebagai bangsa yang sejati-jatinya merdeka. Dengan ridho Tuhan, saatnya kita gegap gempitakan kembali segala romantika dan dinamika, dentam-dentamkan segala hantaman, gelegarkan segala banting tulang, angkasakan segala daya kreasi, tempa segala otot-kawat-balung-wesinya!

Sungguh: kita adalah bangsa berkepribadian Banteng!

Hayo maju terus! Jebol terus!

Tanam terus! Vivere pericoloso!

Hiduplah menyerempet bahaya di jalan Tuhan!

Ever onward, Never retreat!

Kita pasti menang!

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Om Santi Santi Santi Om

Namo Buddhaya

Merdeka !!!

Jakarta, 10 Januari 2017

Ketua Umum PDI Perjuangan

Megawati Soekarnoputri

Sumber:
http://m.tribunnews.com/nasional/2017/01/10/pidato-megawati-soekarnoputri-pada-hut-ke-44-pdi-perjuangan?page=4

Install Laravel di Ubuntu

August 19, 2016

Install Composer

Untuk install Laravel, pertama dibutuhkan composer untuk Ubuntu digunakan perintah di terminal

$ curl -sS https://getcomposer.org/installer | php
$ sudo mv composer.phar /usr/local/bin/composer

  • perintah pertama download composer.phar
  • perintah kedua meletakan perintah composer ke folder /usr/local/bin dengan nama ‘composer’ sehingga bisa dipanggil secara global dari manapun

Install Laravel

Laravel di install pada folder web root dokumen, untuk ubuntu/linux bisa berada di folder yang bisa dibuat sendiri di folder /home atau default folder di /var/www/html

Perintah yang digunakan setelah masuke ke root dokumen yaitu, sebagai contoh sbb:

cd /var/www/html (folder root dokumen)
sudo composer create-project laravel/laravel namaproject –prefer-dist

Jika diinstall di folder /var/www/html perlu dilakukan merubah hak akses folder tersebut sehingga bisa dilakukan baca dan tulis dengan perintah:

sudo chgrp -R www-data /var/www/html/namaproject
sudo chmod -R 775 /var/www/html/namaproject/storage

Pada tahap ini seharusnya instalasi project sudah bisa dilakukan uji coba dengan memanggil url di web browser http://localhost(atau ip-address)/namaproject/public/

dengan contoh tampilan:

Selection_033

 


Tips

Untuk belajar atau tes development bisa menggunakan perintah php artisan serve dan membuat folder dokumen root di home dan ketikan perinth tsb:

~/www/namaproject/php artisan serve
Laravel development server started on http://localhost:8000/

sehingga bisa dipanggil melalui url di website dengan http://localhost:8000/

Lanjut… blum selesai,,,,,….
sumber : https://www.howtoforge.com/tutorial/install-laravel-on-ubuntu-for-apache/
http://salatigadev.com/membuat-halaman-hello-world-di-laravel/

Super Key(Windows Key) – Opens dash.
Hold Super Key – Invokes Launcher.
Hold Super Key and hit 1, 2, 3 etc – Open an Application from Launcher. When you hold the Super Key, specific numbers will be displayed in order above each application.
Alt + F1 – Put keyboard focus on the Launcher, use arrow keys to navigate, Enter launches the application, Right arrow exposes the quicklists if an application has them.
Alt + F2 – Opens dash in special mode to run any commands.
Super + A – Opens up application window from launcher.
Super + F – Opens up files and folders window from launcher. Both these shortcuts can be viewed by simply holding the Super Key as well.
Super + W – Spread mode, zoom out on all windows in all workspaces.
Super + D – Minimize all windows(acts as Show Desktop). Hitting it again restores them.
Super + T – Opens trash can.
Super + S – Expo mode (for everything), zooms out on all the workspaces and let’s you manage windows.
Ctrl + Alt + T – Launch Terminal.
Ctrl + Alt + L – Lock Screen.
Ctrl + Alt + Left/Right/Up/Down – Move to new workspace.
Ctrl + Alt + Shift + Left/Right/Up/Down – Place window to a new workspace.
F10 – Open the first menu on top panel, use arrows keys to browse across the menus.

Mouse Shortcuts/Tricks for Ubuntu Unity

Clicking and holding an icon and then dragging it around will allow you to reorder it on the launcher. You can also drag it off to the right of the launcher to move it around. Note that you need to make an explicit movement to the right to move the icon off the launcher before you can move it around.
Dragging and Dropping an icon into the trash can will remove it from the Launcher.
Moving and holding the cursor on the left side for a few seconds will launch Unity dock.
Moving the cursor to top-left corner(near Ubuntu icon) will launch Unity dock as well.
Scrolling the mouse wheel while over the Launcher scrolls the icons if you have too many and need to move around quickly.
By Scrolling the mouse wheel while over the Sound icon on top panel helps you increase or decrease system volume.
Middle click on an application’s launcher icon – Open a new instance of the application in a new window. Very useful at times. In laptops with touchpads, hitting left/right click buttons together is akin to middle click.
Maximizing – Dragging a window to the top panel will maximize it.
Restore/Unmaximize – Dragging the top panel down OR double clicking on the top panel will do.
Tiling – Dragging a Window to the left/right border will auto tile it to that side of the screen. One of the highlights of new Unity experience.

And Some Useful Window Management Shortcuts
Alt + F10 – Toggle between Maximize/Unmaximize current window.
Alt + F9 – Minimize current window.
Alt + Tab – Toggle between currently open windows.
Alt + F4 – Closes current window.
Alt + F7 – Moves the current window(both keyboard and mouse can be used).

Ini hanya copas dari http://www.howtogeek.com/ karena perlu untuk dokumentasi pribadi, kalau ada yg lain pelu silahkan lihat sumbernya di http://www.howtogeek.com/

 

How to Convert Videos with Transmageddon in Ubuntu Linux

Whether you want to listen to music on your smartphone or watch movies on your iPad, you may need to convert you media files from one format to another depending on what your devices support.

Transmageddon Video Transcoder is a great media converter for Ubuntu. It converts audio and video files, it has a simple interface, and it’s free. Installation is easy. Just type this command in the terminal:

sudo apt-get install transmageddon

Or use the Software Center:

Transmageddon is now installed, so let’s start converting videos. Launch it from the applications menu. The application looks like this:

At the top you choose the input file which you want to convert. Click the button and navigate to the file you want it converted then click “Open”.

You can see the input video properties just below the “Choose Input File” button. If you have a specific device you want to play the video on, then select your device from the “Preset” drop-down menu so the program adjusts the conversion settings appropriately otherwise leave it blank. Now select the target format you want from the “Output Format” menu. Right below that are the settings for audio and video codec. Choose the settings you desire. You can choose different audio/video codecs with different qualities and formats.  At the bottom of the window you can choose whether to rotate the video image or not. This might come in handy if you were shooting a video then found out later that you were holding that you were holding the camera upside down (or if you like to watch videos upside down which would be weird).

After you finish choosing the settings you want, hit “Transcode” to start the conversion process. It may take a while depending on the length of the video and the setting you choose. You will find the output file in under Videos in your Home directory. Easy, isn’t it?

Bagi yang biasa / pernah membuat aplikasi di Windows (Windows Base) mungkin sudah sangat terbiasa dengan window pop-up sebagai salah satu form untuk media input/edit data di sebuah aplikasi.  Bagi yang sudah terbiasa seperti itu ternyata tidak semudah yang diperkirakan jika ingin menerapkannya di aplikasi Web, terutama denganbaha pemrograman yang saya sedang otak-atik sekarang ini, yaitu PHP sebagai script server side-nya dan Javascript untuk modifikasi tampilan di client side (browser Client).

Akhirnya, stalah berselaancar cukup lama menemukan site yg sangat membantu untuk membuat modul window pop-up dg PHP dan Javascript, terutama Javascript sebagai bahasa programming untuk tampilan2 di client side.

Alamat website yang menjadi sumber dari otak-otik saya ini adalah :

http://adf.ly/Knkzk, sebagai sumber fungsi untuk parsing variable / value hasil pilihan di window child (pop-up) ke window parent, dg kutipan fungsi sbb :
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
<!– Original:  Shawn A. Mann (dharmamann@hotmail.com) –>
<!– Web Site:  http://www.laughingshaman.com –>
<!– Modified By:  Ronnie T. Moore, Editor –>

<!– This script and many more are available free online at –>
<!– The JavaScript Source!! http://javascript.internet.com –>

<!– Begin
function sendValue(s){
var selvalue = s.options[s.selectedIndex].value;
window.opener.document.popupform.choice.value = selvalue;
window.close();
}
//  End –>
</script>

dan URL http://adf.ly/Knl7n, sebagai sumber yg saya gunakan sebagai tutorial pemecahan masalah membaca nilai dari object radio, karena saya sebagai pendatang baru di web programming, sehingga masih kesulitan untuk mengenal / mengetahui bagaimana mengambil nilai dari suatu object di halaman web, potongan  fungsi yang saya pelajari adalah sbb :

<script language="javascript">
<!--
function RadioCheck() {

var fruit = new Array(‘Apples‘, ‘Oranges‘, ‘Bananas‘, ‘Kiwis‘, ‘Saskatoons‘, ‘Grapes‘);
var selection = document.quiz.colour;

for (i=0; i<selection.length; i++)

if (selection[i].checked == true)
alert(fruit[i] + ‘ are ‘ + selection[i].value + ‘.’)

}
//–>
</script>

Dari sumber-sumber tersebut, dimodifikasi sesuai kebutuhan otak-otik yg saya sedang kerjakan, sbb:

Pertama adalah, buatkan form isian sebagai window parent sbb :

yang merupakan hasil dari (potongan) script form.php sbb:

<h2>Tambah Kantor</h2>
<form name=isikantor method=POST action=’$aksi?module=kantor&act=input’>
<table>
<tr><td>Kode Kantor</td>     <td> : <input type=text name=’kdkantor’></td></tr>
<tr><td>Nama Kantor</td>     <td> : <input type=text name=’nmkantor’></td></tr>
<tr><td>Area</td> <td> : <input type=text name=’kdarea’ disabled>
<input type=button name=choice onClick=\”popup(‘modul/mod_pop/popup.php’);\” value=’ >> Pilih << ‘>
</td></tr>
<tr><td>Informasi</td> <td> : <textarea name=’infolain’ cols=25 rows=5></textarea></td></tr>
<tr><td colspan=2><input type=submit value=Simpan>
<input type=button value=Batal onclick=self.history.back()></td></tr>
</table></form><br>

Dimana yang diingankan dari script tersebut adalah nilai dari kolom isian area diisi dari daftar yang berasal dari Pop-up Window, yang muncul saat diklik tombol [>> Pilih <<].

Setelah tombol [>> Pilih <<] maka akan muncul pop-up sbb :

Yang merupakan hasil dari script (misalnya) popup.php, sbb :

<?php
echo ”
<SCRIPT LANGUAGE=’JavaScript’>
<!– Original:  Shawn A. Mann (dharmamann@hotmail.com) –>
<!– Web Site:  http://www.laughingshaman.com –>
<!– Modified By:  Ronnie T. Moore, Editor –>

<!– This script and many more are available free online at –>
<!– adapted from The JavaScript Source!! http://javascript.internet.com/forms/popup-picker.html –>
<!– Begin
function sendValue(s){
<!– var selvalue = s.radios[s.selectedIndex].value; –>
var selvalue = document.pilihanarea.pilih;

for (i=0; i<selvalue.length; i++)

if (selvalue[i].checked == true)
{
alert(‘ Area yang dipilih adalah ‘ + selvalue[i].value + ‘.’)
window.opener.document.isikantor.kdarea.value = selvalue[i].value;
window.close();
}

}
//  End –>
</script>

<link href=’../../style/style.css’ rel=’stylesheet’ type=’text/css’ />
<table>
<tr><th>no</th><th>Kode Area</th><th>Nama Area</th><th>Aksi</th></tr>”;
$no=1;
while ($r=mysql_fetch_array($tampil)){
echo “<form name=pilihanarea>
<input type=hidden name=id value=$r[kodearea]>
<tr><td>$no</td>
<td>$r[kodearea]</td>
<td>$r[namaarea]</td>
<!– <td><a href=?module=area&act=piliharea&id=$r[kodearea]>Pilih</a></td></tr>–>
<!–    <td><input type=submit value=Pilih></td></tr>–>
<td><input type=radio name=pilih value=$r[kodearea]></td></tr> “;
$no++;
}

?>
</table>
<input type=button value=”Ok” onClick=”sendValue(this.form.pilih);”>
<input type=”submit” value=”Pilih Apa?” onClick=”RadioCheck()”>
</form>

dari script tsb, fungsi yg digunakan untuk mengirimkan nilai dai pop-up ke window utama adalah :

function sendValue(s){
var selvalue = document.pilihanarea.pilih;

for (i=0; i<selvalue.length; i++)

if (selvalue[i].checked == true)
{
alert(‘ Area yang dipilih adalah ‘ + selvalue[i].value + ‘.’)
window.opener.document.isikantor.kdarea.value = selvalue[i].value; <!– mengirim nilai ke window utama, dg nilai dari obj.radio –>
window.close(); <!– tutup window pop-up –>
}
}

Lebih kurangnya adalah demikian, sebagai tambahan CMS / style css dan script-2 PHP yg digunakan merupakan otak-atik yang bersumber dari buku “Membongkar Trik Rahasia Para Master PHP, karangan Lukmanul Hakim” yang bisa di lihat di http://adf.ly/Knlze.

Terima kasih, selamat menikmati.

Jika ingin menghilangkan icon2 drive atau flashdisk dari desktop di UBUNTU sbgmana gambar berikut :

Lakukan edit di “Register Editor”-nya Ubuntu, tekan Alt-F2, ketikkan gconf-editor, seperti pada gambar berikut :

Lakukan perubahan pada key apps \ nautilus \ desktop sbb :

Uncheck pada Value dari volume_visible, seperti pada gambar.

Akhirnya… desktop bersih dari icon2 yg gak perlu ditampilin….. nih desktop gw :

Selamat mencoba… salam open-source…

Standar dalam sebuah konfigurasi Apache adalah 1 website yang berada di direktori /var/www. Untuk keperluan pembelajaran (tentu bisa dikembangkan untuk keperluan lebih lanjut), konfigurasi Apache bisa dirubah untuk menjalankan beberapa aplikasi Web secara bersamaan. Salah satu solusinya adalah dengan membuat direktori yang berbeda dengan yang standar, sebagai tempat source/script aplikasi Web yang akan dijalankan oleh Apache. Seperti /var/www/site1 atau /webdev/site1 misalnya.

Untuk kemudahan dalam pembelajaran ini, disarankan membuat web direktori di bawah home/user direktori (Linux/Ubuntu), untuk memudahkan pengeditan script.

Pada contoh ini akan dibuat site dengan URL http://site1/ dan http://site2/ dengan langkah sebagai berikut :

Membuat Web Direktori
Disarankan menggunakan command line di terminal, dengan perintah

cd
mkdir webdev
cd webdev
mkdir site1 site2

Dengan perintah tersebut, sekarang ini sudah terbentuk direktori webdev dengan sub direkori site1 dan site2, di bawah home/user direktori.

Mengaktifkan Website Direktori
Setelah direktori dibuat, langkah selanjutnya mengaktifkan/menautkan direktori tadi ke Konfigurasi Apache, dengan cara :

Pindah ke direktori /etc/apache2/sites-available dengan perintah

cd /etc/apache2/sites-available

Sebagai root copy default (file) konfigurasi menjadi site1 atau site2, sbb :

sudo cp default site1
sudo cp default site1

Selanjutnya edit konfigurasi pada file site1 atau site2 (dengan text editor yg ada, dalam hal ini yg tersedia gedit), dengan perintah :

sudo gedit site1 atau sudo gedit site2

Rubah dan sesuaikan text yang ditebalkan pada script yang tampil, sbb :

ServerAdmin webmaster@localhost
ServerName site1

DocumentRoot /home/yourID/webdev/site1/

Options FollowSymLinks
AllowOverride None

Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride All
Order allow,deny
allow from all

ScriptAlias /cgi-bin/ /usr/lib/cgi-bin/

AllowOverride None
Options +ExecCGI -MultiViews +SymLinksIfOwnerMatch
Order allow,deny
Allow from all

ErrorLog /var/log/apache2/error.log

# Possible values include: debug, info, notice, warn, error, crit,
# alert, emerg.
LogLevel warn

CustomLog /var/log/apache2/access.log combined

Alias /doc/ “/usr/share/doc/”

Options Indexes MultiViews FollowSymLinks
AllowOverride None
Order deny,allow
Deny from all
Allow from 127.0.0.0/255.0.0.0 ::1/128

catatan : rubah juga pada file konfigurasi site2 dg cara yg sama.

Setelah disimpan, lakukan pengaktivan dengan perintah :

sudo a2ensite site1 atau sudo a2ensite site2

Setelah enter, muncul pesan untuk reload Apache, tapi sebelumnya jalankan :

sudo gedit /etc/hosts

Lalu tambahkan baris pertama dengan site1 dan site2, seperti berikut :

127.0.0.1 localhost site1 site2

Simpan dan selanjutnya reload Apache dengan perintah :

sudo /etc/init.d/apache2 reload

Untuk mencoba, ketikkan URL http://site1/ atau http://site2/ di address browser.

Tambahan:
Jika muncul error pada saat reload Apache, seperti “apache2: Could not determine the server’s fully qualified domain name, using 127.0.0.1 for localhost,” dapat dilakukan perbaikan dengan perintah :

echo “ServerName localhost” | sudo tee /etc/apache2/conf.d/fqdn

lalu reload Apache, dg perintah :
sudo /etc/init.d/apache2 reload

Sumber : http://tuxtweaks.com/2009/07/how-to-configure-apache-linux/

Anak-Anak Ajaib Gaza

July 22, 2010

Oleh EH Ismail,
dari Jalur Gaza,
Palestina Delapan remaja berusia 15-18 tahun sedang duduk melingkar saat saya berkunjung ke Masjid Al Abror di Rafah, wilayah Gaza, Palestina. Tangan mereka memegang kitab suci Alquran. Ada yang berukuran kecil, ada yang berukuran sedang, dan ada pula yang berukuran besar. Sepandangan mata, mereka membaca Alquran yang ada di tangan. Sekejap kemudian, Alquran ditutup dan mulutnya mengulangi ayat-ayat yang baru saja dibaca dengan mata terpejam. Gerakan itu dilakukan berulang-ulang. Di samping mereka, ada lingkaran anak-anak lain yang melakukan hal sama. Di hadapan para remaja ini, duduk Hasan Ali Al Azajy (47 tahun). Di depan Hasan, ada Alquran besar terbuka. Alquran dalam posisi setengah berdiri di atas meja kecil. Di sisi lain masjid, sejumlah anak duduk berbaris memanjang berjarak satu meter, seperti antrean. Di hadapan mereka, ada seorang ustaz yang meletakkan Alquran sama seperti yang dilakukan Hasan. Hasan dan juga ustaz lainnya memanggil satu per satu anak itu ke hadapan mereka. Anak-anak pun maju tanpa Alquran lagi di tangan. Di hadapan para ustaz, mulailah mereka membaca ayat-ayat Alquran yang baru saja dihafalnya. Pemandangan seperti di Masjid Al Abror, saya jumpai setiap hari di sejumlah masjid di Rafah. Kebetulan, saat ini adalah musim liburan sekolah. Kebanyakan anak dan remaja Gaza berkumpul di masjid selepas shalat Subuh sampai waktu Zuhur untuk mengikuti sekolah menghafal Alquran yang diadakan para pengurus masjid. Saya sudah mendengar berita tentang sekolah ini sebelum bertugas ke Gaza. Mulanya, saya tak percaya banyak generasi belia Gaza mampu menghafal seluruh ayat Alquran dalam waktu dua bulan. Tapi, sekarang saya menyaksikan sendiri sejumlah anak dalam waktu tiga jam bisa hafal satu juz Alquran! Padahal, dia hanya membaca sekelebat dan kemudian mengulanginya di hadapan sang ustaz. Sungguh luar biasa. Hal yang membuat saya lebih terperangah adalah kondisi lingkungan mereka menghafal Alquran yang jauh dari kata sepi dan sunyi. Masjid Al Abror terletak di tengah-tengah pasar yang ramai dengan aktivitas dagang penduduk Rafah. Saat saya datang, bunyi mesin bor menderu di sekitar mereka. Masjid yang hancur karena serangan roket Israel pada dini hari 15 Januari 2009 itu sedang direnovasi. Keramik-keramik lantai masjid belum terpasang kembali. Atap pembatas antara lantai satu dan lantai dua masjid juga masih menganga. Lubang bekas hantaman roket dan kipas angin yang menggelayut di atap masih terlihat jelas. Anak-anak itu harus belajar beralas tikar. “Walaupun sedang renovasi, kami tak ingin anak-anak kehilangan waktu untuk belajar dan menghafal Alquran. Biar saja sementara pakai tikar dan masih berpasir,” ujar Syekh Abu Mansoor, imam masjid Al Abror. Di sebelah selatan Masjid Al Abror, saya mampir di Masjid Ibadurrahman. Masjid dua lantai ini memiliki bangunan yang jauh dari kesan megah. Di lantai pertama, pemandangan sama seperti di Masjid Al Abror kembali saya temui. Namun, jumlah anak dan remaja yang tengah menghafal Alquran lebih banyak. Di lantai dua masjid, kerumunan anak-anak dan remaja putri juga tengah mengikuti sekolah menghafal Alquran. Saat mencoba melongok ke lantai dua masjid, saya berbicara dengan sejumlah ustazah guna mencari tahu rahasia kemampuan murid-murid mereka dalam menghafal Alquran secara cepat. Seorang ustazah menerangkan, mereka bersyukur kepada Allah yang telah melahirkan mereka di negeri yang mempunyai bahasa Arab sebagai bahasa ibunya. “Bahasa Arab, bahasa Alquran, adalah bahasa kami. Kami bersyukur atas berkah ini. Sekarang, kami ingin menjadi bagian dalam upaya memelihara kemurnian dan mukjizat Alquran,” papar ustazah yang tak saya ketahui wajahnya itu. Tengah asyik mendengar penjelasan sang ustazah, seorang gadis mungil berlari sambil membawa secarik kertas ke hadapan saya. Di atas kertas buku yang sobek itu, tertera barisan kata-kata dalam bahasa Inggris. Si gadis pun membacakan tulisannya di hadapan saya. We are very happy to see you in our country Palestine. We are reading our Holly Book (Quran). Certainly Quran is protected in our hearts, chests, minds, and tongues. Help us to be the best Muslims in the world. Saya ingin memeluk gadis itu kalau tak sadar banyak wanita bercadar di sekeliling saya. Saya pun hanya membelai kepala sang gadis dan membisikkan kata, “Insya Allah, I will help you my little beautiful sister.” Semuanya pun tertawa riang. Gadis itu bernama Aya Saad Abu Jazair. Usianya baru 13 tahun dan dia adalah anak terpandai di sekolah dalam menghafal Alquran di Masjid Ibadurrahman. Sambil bergurau, sang ustazah berkata, “Saya yakin, hafalan Alqurannya lebih baik dari Anda, saudaraku dari Indonesia.” Saya pun mencoba memastikan tebakan sang ustazah. Saya ambil Alquran kecil dalam tas dan membaca sembarang ayat yang saya buka. Begitu satu ayat saya baca, Aya Saad pun melanjutkan ayat selanjutnya tanpa kesalahan sama sekali! Saya coba lagi dengan menyebutkan nama surah Almukminuun, lagi-lagi Aya Saad melafalkan ayat-ayat dalam surah itu dengan sempurna. Kami pun tertawa kembali. Pimpinan Yayasan Darul Quran dan Sunah Rafah, Soleh Ibnu Mansoor (Abu Hakim), mengatakan, saat ini lebih dari 40 ribu anak-anak dan remaja Gaza hafal Alquran. Abu Hakim meyakini, menghafal Alquran bukanlah soal ada atau tidak ada waktu. Bukan pula soal bisa atau tidak bisa bahasa Arab. Kuncinya, semangat dan keimanan yang menjadi bahan bakar utama. “Anda lihat sendiri, tidak ada yang luar biasa yang kami lakukan untuk menghafal Alquran. Anak-anak hanya duduk membaca, kemudian mengulanginya dengan kesungguhan hati,” papar Abu Hakim. Dia melanjutkan, tertanamnya keyakinan dalam dada anak-anak Gaza—hanya Alquran yang bisa menyelamatkan mereka dari semua cobaan hidup di dunia dan mengantarkan mereka dalam kehidupan bahagia di akhirat kelak—merupakan faktor utama cepatnya kemampuan menghafal Alquran. “Kami juga yakin, Alquran wasilah kami untuk menjadi Muslim yang tangguh dan terus menegakkan Islam di dunia ini,” ucap Abu Hakim. ed: rahmad bh

sumber :http://koran.republika.co.id/koran/14/115605/Anak_Anak_Ajaib_Gaza

jQuery: Introduction

JQuery is a popular JavaScript library. With jQuery, you can build more interesting and interactive web page easy. jQuery automate common tasks and simplify complicated writing code. jQuery have ability to assist in wide range of task. This is one reason this library become popular choice.

What JQuery Does

  • Access parts of page. jQuery offers a robust and efficient selector mechanism for retrieving exactly the piece of the document that is to be inspected or manipulated.
  • Modify the appearance of a page. jQuery can bridge CSS browser standard gap.
  • Alter the content a page. jQuery can modify texts, images,list, and entire of the HTML. All with a single easy-to-use API.
  • Respond to a user’s interaction with a page. The jQuery library have an elegant way to intercept a wide variety of events without the need to clutter the html code itself with event handlers.
  • Add animation. Implementing such interactive behaviors.
  • AJAX support. Retrieve information from server without refreshing a page.
  • Simplify common JavaScript task.

jQuery: Installation

You can get jQuery from the official jQuery website (http://jquery.com). May be you will get several jQuery versions at their website. Take the latest uncompressed version of the library.Actually, we don’t need any compilation. We just need to place jQuery library (with .js extension) on our site.

For practice, create a folder named “jquery” within www/test. Place jQuery library within it. May you get file named like jquery-1.2.3.js. To simplify, rename file become “jquery.js”.

For use it, we just call library like following code in our header html:

   <script src="jquery.js" type="text/javascript"></script>

Ok, it’s time to try. Create a file named “myfirstjquery.html”. Enter following

   <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
   <html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
   <head>
     <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
     <title>My First JQuery</title>
     <link rel="stylesheet" href="mycss.css" type="text/css" media="screen">
     <script src="jquery.js" type="text/javascript"></script>
     <script src="myjs.js" type="application/javascript"></script>
   </head>

   <body>

   <div id="container">
     <H1>My First Song</H1>
     <div>Every children</div>
     <div id="song-1">
         <H2>1. Playgroup</H2>
         <p>This is very popular playgroup song</p>

         <div>
            <h3>Twinkle-Twinkle Little Start</h3>
            <div>
               <div>Twinkle-twinkle little start</div>
               <div>How I wonder what you are</div>        
               <div>...</div>        
            </div>
         </div>

         <div>
            <h3>Babablackship</h3>
            <div>
                <div>Babablackship have you any wool</div>
                <div>Yes sir, yes sir, three bag full</div>
                <div>...</div>
            </div>
         </div>
      </div>
    </div>

   </body>
   </html>

Then, create a CSS file named “mycss.css”. Enter following code:

   @charset "utf-8";
   /* CSS Document */

   body {
     font: 75% Arial, Helvetica, sans-serif;
   }

   h1 {
     font-size: 2.5em;
     margin-bottom: 0;
   }

   h2 {
     font-size: 1.2em;
     margin-bottom: .5em;
   }

  h3 {
    font-size: 1.0em;
    margin-bottom:0;
  }
  .lyric{
    margin: 0 2em;
   }

Ok, point your browser to http://localhost/test/jquery/myfirstjquery.html. You may get like this:

Result 1

jQuery: My First Code

After create simple page, we try to apply jQuery at the page. In this post, we will practice how to modify css action with jQuery.

We want to modify page in order to be like this:

Result 2

For this job, create a file named “myjs.js”. Enter following code:

  // JavaScript Document
  $(document).ready(
    function(){
	$('.lyric-text').addClass('lyric-full');
    }				  
  );

What mean? The fundamental operation in jQuery is selecting a part of the document. This is done with the $() construct. In this case, jQuery find lyric-text class. Then, jQuery inject new class named “lyric-full”. This job use .addClass() method. So, we must add new class in our css, like this:

  .lyric-full {
   font-style: italic;
   background-color:#FFFFCC;
   border: 1px solid #FF0000;
   padding: 0.5em;
  }

Thus, open your mycss.css. Update like this:

  @charset "utf-8";
   /* CSS Document */

  body {
    font: 75% Arial, Helvetica, sans-serif;
  }

  h1 {
    font-size: 2.5em;
    margin-bottom: 0;
  }

  h2 {
    font-size: 1.2em;
    margin-bottom: .5em;
  }

  h3 {
    font-size: 1.0em;
    margin-bottom:0;
  }
  .lyric{
     margin: 0 2em;
  }
  .lyric-full {
    font-style: italic;
    background-color:#FFFFCC;
    border: 1px solid #FF0000;
    padding: 0.5em;
  }

Point your browser to http://localhost/test/jquery/myfirstjquery.html.

jQuery: Using Event Handler

We know, JavaScript have event handlers. Many handlers are available for user-initiated events, such as mouse clicks, key presses, load. In this post, we will see how to apply it.

In this practice, we use onload event at body. Like this:

   <body onload="lyricstyle();">

For this purpose, we must modify our myjs.js. Modify it become like this:

  // JavaScript Document
  $(document).ready();

  function lyricstyle(){
    $('.lyric-text').addClass('lyric-full');
  }

We create new function: lyricstyle(). We don’t put in $(document).ready(). What is impact? This causes our code to run after the page is completely loaded.


save

save

save

Hidup pada saat ini memang penuh dengan tantangan, perjuangan dan serba mengikuti life style, gaya hidup yang dianggap modern. Semua urusan harus cepat diselesaikan, pekerjaan dikejar tenggat waktu, tuntutan dari perusahaan tempat kita bekerja.

Dirumahpun kita tidak bisa lepas dari tuntutan keluarga yang bermacam-macam. Intinya kembali kepada kondisi keuangan dengan seribu satu permintaan dari anggota keluarga. Ada yang mau ini, mau itu, ganti ini, ganti itu sampai kepada permintaan yang kadangkala sulit untuk dikabulkan… Bagaimana kita tidak stress jadinya…

Stress inilah awal dari kacaunya serabut-serabut saraf pencernaan, yang merangsang dikeluarkannya asam lambung yang berlebihan. Terlambat makan sudah biasa, karena dikejar tenggat waktu, maka semakin menjadi-jadilah rasa sakit di uluhati dikarenakan perut kosong sementara asam lambung melimpah… Bagaimana menghindari hal ini?

Banyak jalan menuju Roma, demikian pula banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau meminimalisir gejala dan keluhan tersebut. Bila kesempatan untuk makan siang tidak ada, maka sebaiknya kita membawa bekal minimal biskuit yang bisa dikulum dalam mulut tanpa perlu menguyah dan menimbulkan suara berisik, sambil tetap anda bekerja. Minimal untuk ‘ngganjel’, sehingga asam lambung akan berkurang karena telah dimanfaatkan untuk mencerna biskuit…

Atau ada cara lain, minumlah susu bisa dari kemasan siap minum, sedikit-sedikit. Jadi dengan demikian kita telah melatih makan atau minum dalam porsi kecil, tapi frekuensi sering. Bila pola makan ‘frequent small feeding’ ini anda praktekkan, maka lambung akan terbiasa dan kembali berfungsi normal karena telah terlatih kapan dan seberapa banyak asam lambung harus diproduksi dan dikeluarkan…

Apa pantangan yang harus dijaga oleh pengidap sakit maag? Hindari makanan yang bercita-rasa asam dan pedas, kurangi atau hindari konsumsi santan, gorengan dan buah durian serta nenas. Jangan konsumsi makanan yang bertekstur keras seperti dendeng, nasi kerak, dll. Pilih makanan lembut dan hangat : nasi hangat, bubur hangat, dll.

Last but not least, minuman mengandung soda seperti minuman soft drink yang amat populer dikalangan anak muda, sebaiknya dikurangi atau dihindari. Gas yang terbentuk akan sangat membuat perut kembung dan terasa penuh serta perih…

Mengenai waktu makan yang baik. Karena pengosongan lambung terjadi dalam waktu empat jam, maka sebaiknya orang sehat mengkonsumsi makanan setiap empat jam juga. Bagi yang telah terlanjur sakit maag, itu tadi pola makan ‘frequent small feeding’ yang mesti diterapkan, sampai kondisi lambung anda kembali normal…

Ada satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan lambung. Cobalah mengkonsumsi daging aloe vera (lidah buaya). Tanpa perlu dimasak, buang kulitnya, ambil isinya.  Sebaiknya dipotong kotak-kotak seperti potongan es batu di dalam lemari es. Campurkan juice apa saja -saya suka juice apel- kedalam daging aloe vera. Langsung diminum dan dikunyah daging aloe vera tersebut.

Rasakan khasiatnya, hanya dalam satu kali minum… Anda akan dibuat tercengang, semua keluhan hilang, kemana larinya? Bila ingin menjaga kesehatan lambung dan saluran cerna, konsumsilah secara rutin 3 kali seminggu. Buktikan sendiri manfaatnya.

Sumber : http://www.sukmamerati.com/